Awas, Profesi dan Bisnis ini Sering Rugi di Musim Penghujan!

Posted on

BTPN.info | Dalam berbisnis pastinya ada namanya pasang surut, kapan akan meraup untung sebanyak-banyaknya dan kapan akan mengalami penurunan profit. Bagaimana pun kondisinya, mereka yang bekerja di bidang ini harus pandai mencari pilihan usaha lain. Hal itu diakibatkan mereka akan mengalami kerugian selama beberapa bulan karena penurunan produksi. Atau lebih parahnya, mereka benar-benar tidak dapat bekerja.

Bahkan jika dapat bekerja, kesehatan mereka akan sedikit terganggu sebab harus berhadapan dengan hujan. Penasaran dengan contoh profesi dan bisnis yang dimaksud?

Awas, Profesi dan Bisnis ini Sering Rugi di Musim Penghujan!

Awas, Profesi dan Bisnis ini Sering Rugi di Musim Penghujan

Daripada penasaran, Simak ulasan lengkapnya mengenai profesi dan bisnis yang rugi saat musim hujan di bawah ini.

  1. Penjual es

Apapun jenis esnya, es krim, es potong, es cendol, es buah, es cincau, es podeng, es doger, kecuali es balok yang dipasok ke restoran, seringkali mengalami kerugian. Jelas saja, ketika cuaca hujan sedikit aneh tentunya jika Anda berkuliner santapan yang dingin. Jika memang ingin berkuliner, seseorang pasti lebih memilih jajanan hangat layaknya, bakso atau mie ayam. Memang, penjual kuliner es akan laris di tengah teriknya matahari atau ketika cuaca panas.

  1. Ojek online atau konvensional

Jadi driver online mobil mungkin masih banyak memperoleh keuntungan ketika musim hujan, lantaran banyak orang yang tidak ingin kehujanan saat bepergian. Namun bagaimana dengan ojek online maupun ojek pangkalan? Sejatinya ojek online telah siap dengan jas hujannya untuk mengantar penumpang ke mana mereka mau. Tapi, apa seluruh orang rela disuruh hujan-hujanan? Tentu sebagian besar menjawab “tidak”. 

Baca Juga:
Bagaimana Cara Memperoleh Ide Bisnis Kreatif yang Work

Itu sebabnya, profesi yang mengandalkan sepeda motor ini memang tidak terlalu menguntungkan di musim penghujan. Di samping itu, memaksakan diri mengemudikan motor saat hujan juga sangat berisiko. Selain dapat mengganggu kesehatan, risiko kecelakaanpun tinggi terutama jika pengendara menunggangi melebihi batas rata-rata kecepatan pada jalanan yang licin.

  1. Pengusaha bengkel cuci mobil atau motor

Semestinya, mencuci kendaraan tetap jadi kewajiban yang harus dilakukan terlepas pada saat musim hujan dan kemarau. Namun umumnya masyarakat Indonesia justru sebaliknya, enggan mencuci kendaraan, khususnya yang punya mobil. Alasan mereka malas cuci mobil ialah karena ketika dibersihkan dan besoknya hujan jadi percuma. Ujung-ujungnya mobil kotor lagi, belum lagi jika tiba-tiba mobilnya menerobos genangan air. 

Meski hal ini merupakan kebiasaan yang salah, tetapi tampaknya masih sulit dirubah dalam beberapa tahun ke depan. Itulah sebabnya, kenapa bengkel cuci kadang sepia tau minim dapat pelanggan ketika musim hujan. Padahal bila dipikir-pikir, mobil yang enggan dibersihkan tentu dapat ditempeli jamur. Dan air hujan tersebut justru membuat mobil bertambah kotor.

  1. Pengolahan ikan asin

Usaha yang satu ini juga berpotensi tutup di musim hujan. Mengapa? Karena pengolahan ikan asin jelas memerlukan tenaga matahari dalam proses pengeringan ikan-ikan tersebut. Alhasil, mereka tidak dapat menjaga ketersediaan pasokan ikan asin ke konsumen. Dan usaha mereka terancam gulung tikar. Sejatinya masalah ini memang sering dihadapi semua pengusaha pengolahan ikan asin tradisional di perkampungan. Saat ini, pengolahan ikan juga dapat dilakukan dengan bantuan mesin pemanas. Jadi, walaupun musim hujan tiba, proses produksi mereka sama sekali tidak terganggu.

  1. Petani sayur mayur

Petani juga merupakan salah satu jenis profesi yang dapat merugi di musim hujan. Tapi ada beberapa petani lainnya malah menyambut musim hujan sebagai berkah. Petani-petani yang merugi umumnya ialah petani sayur-mayur. Mereka rugi sebab curah hujan yang tinggi dapat berpotensi membuat tanaman-tanaman sayurnya jadi busuk.

  1. Nelayan

Bukan hanya petani, mereka yang melaut juga bisa rugi karena musim hujan. Mengapa demikian? Pertama karena curah hujan yang deras dapat membuat gelombang semakin tinggi. Sementara itu, jaring ikan yang terputar akibat gelombang tinggi, tidak akan bisa menggapai dasar laut. Itu sebabnya kenapa hasil tangkapan ikan di musim hujan tidak akan sebanyak ketika musim kemarau.

Baca Juga:
Teknik dan Cara Meningkatkan Pengunjung Blog untuk Bisnis Online Anda

Nah, demikian ulasan mengenai profesi dan bisnis yang rugi saat musim hujan yang dapat kami ulas kali ini. Jika dirasa profesi atau bisnis Anda tidak memungkinkan untuk beroperasi di musim hujan, sebaiknya segera mencari solusinya untuk menguatkan pendapatan Anda. Semoga bermanfaat dan sukses dalam berprofesi maupun berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *